Saturday, May 16, 2020

Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok, Hasil Panen Berkali Lipat!


Foto: bulelengkab.go.id

Apa kabar , Sob? Ada info baru nih, mengenai budidaya ikan lele sistem bioflok? Sudah pernah dengar? Atau baru pertama kali dengar? Hehe. Artikel kali ini kita akan membahas tentang budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok ini ya!

Tahu nggak sih, peluang menjalankan bisnis peternakan ikan lele terbuka begitu luas? Alasannya,  permintaan dari dalam maupun luar negeri terus mengalami kenaikan yang signifikan. Karena lele merupakan salah satu ikan yang mudah diolah dan harganya murah. 

Nah, permintaan yang semakin banyak ini tidak diimbangi dengan bertambahnya peternak ikan lele. Oleh karena itu, ini menjadi peluang yang bagus banget buat kamu lho!

Secara umum, ada tiga cara budidaya ikan lele. Seperti yang sudah kita bahas di dua artikel sebelumnya yaitu budidaya ikan lele di kolam tembok dan kolam terpal. Buat yang belum baca dua artikel sebelumnya, baca dulu ya di sini!




Selain kedua cara tersebut, yang terbaru adalah budidaya ikan lele dengan sistem bioflok.

Meskipun baru, hasil dari sistem ini sangat menguntungkan, Sob! Bahkan, hasil panennya bisa meningkat berkali-kali lipat! Wow!

Yuk, kita bahas lebih lanjut lagi budidaya ikan lele sistem bioflok ini!

Kelebihan Dan Kekurangan Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok

Setiap cara pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tinggal dipilih saja mana yang paling menguntungkan. Pun demikian dengan sistem bioflok ini. Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Kelebihan sistem bioflok:

  • Hasil panen meningkat berkali-kali lipat. Bahkan dari salah satu sumber referensi, bisa meningkatkan hasil panen berkali lipat
  • Kolam tempat budidaya ikan lele terjaga kebersihannya
  • Air kolam dan ikan lele tidak berbau amis. Pernah kan, beli ikan lele baunya amis banget atau mungkin bau tanah?
  • Membutuhkan pakan yang lebih sedikit


Kekurangan sistem bioflok:

Dari beberapa sumber referensi, kekurangan dari sistem bioflok ini cuman satu, yaitu membutuhkan biaya yang lebih mahal. Setidaknya, untuk kolam dengan diameter 3 meter membutuhkan dana sekitar 3 juta.

Dari sini, sudah terlihat ada gambaran? Walaupun membutuhkan dana yang lumayan, tapi jika dibandingkan dengan hasil panen yang meningkat, sepertinya tidak jadi masalah ya? Hitung-hitung investasi jangka panjang dan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan omzet.

Cara Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok

Prinsip dasar dari sistem bioflok adalah dengan memanfaatkan mikroorganisme atau bakteri yang dapat membentuk gumpalan atau flok. Sehingga bisa menjadi pakan alami untuk ikan lele. Sudah terbayang kan, penghematan yang bisa kamu lakukan untuk pengeluaran pakan?

Ada beberapa poin penting yang harus kamu perhatikan dalam sistem bioflok ini. Apa saja? 

Kolam Budidaya Ikan Lele

Kolam yang digunakan untuk sistem bioflok biasanya berbentuk bulat dan terbuat dari terpal. Kenapa harus terpal? Sudah kita bahas di artikel sebelumnya ya, tentang budidaya ikan lele di kolam terpal. Kesimpulannya, kolam terpal lebih hemat, praktis, dan mudah dalam pengelolannya.

Dengan diameter kolam 3 meter saja, kamu sudah bisa membudiyakan 3 sampai 5 ribu ekor lele.

Kolam dengan sistem bioflok secara penampakan sama dengan kolam terpal pada umumnya. Perbedaannya, kolam dengan sistem bioflok memiliki saluran pembuangan di bagian tengah yang dibuat mengerucut agar memudahkan pembuangan kotoran lele yang mengendap di dasar kolam.

Cara pembuangan kotorannya terbilang mudah. Kamu hanya perlu membuka saluran pipa pembuangan diikuti dengan penambahan air bersih. Eits, kotoran yang terbuang bisa dijadikan popok organik lho! Ternyata, sistem bioflok ini banyak manfaatnya ya!

Air Kolam

Idealnya, air kolam diisi setinggi 80 sampai 100 cm. Kemudian, pada hari kedua masukkan probiotik sebanyak 5 ml/m3. Di hari ketiga, masukkan prebiotik molase 250 ml/m3. Dan di malam harinya taburkan dolomite 150 – 200 gram/m3.

Probiotik dan prebiotik itu berbeda ya, Sob! Jadi jangan sampai salah. Probiotik itu jenis bakteri baik yang akan menjadi pakan lele. Sedangkan prebiotik adalah makanan probiotik. Sudah paham ya perbedaannya?

Penaburan Benih Ikan Lele

Penaburan benih lele tidak bisa dilakukan pada hari itu juga. Kamu harus menunggu selama 7 sampai 10 hari agar terbentuk flok terlebih dahulu. Selama masa menunggu itu, kamu bisa memilih benih ikan lele yang unggul.

Di hari ke-11, kamu bisa menebar benih ikan lele. Kemudian keesokan harinya tambahkan prebiotik sebanyak 5 ml/m3.

Perawatan Ikan Lele

Selama masa perawatan, kamu harus mengikuti dosis pemberian pakan ikan lele agar pertumbuhannya optimal. Sebelum ikan lele mencapai panjang 12 cm, dosis yang harus kamu berikan adalah:

  • Probiotik 5 ml/m3
  • Ragi tempe 1 sdm/m3
  • Ragi tape 2 butir/m3
  • Dolomite 200-300 gram/m3


Dosis tersebut tidak dilakukan setiap hari ya, Sob! Melainkan setiap 10 hari sekali. Setelah panjangnya melebihi 12 cm, dosisnya akan berubah menjadi:

  • Probiotik 5 ml/m3
  • Ragi tempe 3 sdm/m3
  • Ragi tape 6-8 butir/m3
  • Air dolomite 200-300 gram/m3


Ohya, sebagai catatan, ragi tempe dan tape yang akan dijadikan pakan wajib dilarutkan terlebih dahulu di dalam air.

Nah, itu dia informasi tentang budidaya ikan lele sistem bioflok. Tertarik mencoba?

Jangan lupa ikuti terus ya informasi menarik dari Kampus Budidaya. Belajar Budidaya jadi lebih mudah bersama Kampus Budidaya! See you ..

No comments:

Post a Comment

Yuk sharing di sini!