Langkah-Langkah Cara Budidaya Ikan Lele di Terpal untuk Pemula


Foto: Komunitas Bukalapak
Halo, Sob! Balik lagi nih di situs kesayangan kita, Kampus Budidaya! Belajar budidaya jadi lebih mudah.

Setelah kemarin mimin membahas cara budidaya ikan lele di kolam tembok, kali ini mimin akan membedah cara budidaya ikan lele di terpal. Bagi yang belum sempat baca artikel sebelumnya, langsung aja klik di sini ya!


Melihat peluang budidaya ikan lele sangat menggiurkan, mimin memutuskan untuk membahas budidaya ikan lele dengan lebih detail. Maka dari itu, artikel tentang budidaya ikan lele akan dibagi menjadi beberapa bagian, ya. Agar pembahasannya lebih jelas dan tersistematis.

Oke, nggak usah basa-basi panjang lagi, langsung aja kita bahas cara budidaya ikan lele di terpal untuk pemula.

Cara Budidaya Ikan Lele di Terpal untuk Pemula

Budidaya ikan lele dengan menggunakan terpal lebih diminati oleh peternak ikan lele. Karena budidaya dengan cara ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan kolam tembok. Beberapa keunggulannya antara lain:
  • Biaya pembuatan lebih murah dibandingkan dengan kolam tembok
  • Masa pembuatan lebih cepat daripada membuat kolam tembok dengan berbahan dasar beton
  • Pembuatan lebih mudah sehingga lebih cocok untuk pemula yang ingin membudidayakan ikan lele
  • Tidak membutuhkan tempat yang terlalu luas
  • Mudah membersihkannya
  • Mudah dalam pemantauan


Tapi, tidak menutup kemungkinan juga kolam terpal memiliki kekurangan dibandingkan dengan kolam tembok, seperti mudah bocor dan terpal mudah rusak. Oleh karena itu, baik kolam terpal atau kolam tembok disesuaikan dengan kebutuhan saja ya!

Cara Pembuatan Kolam Terpal

Pembuatan kolam terpal sebgai wadah budidaya ikan lele banyak dijadikan sebagai alternative utama bagi pemula. Tentu saja karena keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh kolam terpal dibandingkan dengan kolam tembok.

Lalu, gimana sih cara membuat kolam terpal?

Foto: konstruksikolamterpal.net

Persiapan Membuat Kolam Terpal Ikan Lele

Dalam proses pembuatan kolam, kamu membutuhkan 2 material utama:

  •        Terpal berkualitas agar tidak mudah bocor dan rusak
  •        Bambu untuk membuat kerangka kolam


Ukuran terpal disesuaikan dengan kondisi masing-masing lahan. Jadi tidak ada patokan yang pasti kolam terpal harus dibuat dengan ukuran demikian. Karena setiap orang memiliki luas lahan yang berbeda-beda. Hanya saja, jika kolamnya kecil, maka daya tamping ikan lele juga mengikuti. Pun sebaliknya.

Kemudian, sebaiknya pilih terpal yang berkualitas tinggi dengan memperhatikan tingkat kerapatan. Terpal yang berkualitas biasanya harganya lebih mahal. Tapi, dari segi jangka panjang, tentu yang berkualitas akan tahan lebih lama.

Siapkan lahan. Sebelum membuat kolam terpal, siapkan lahan yang akan dijadikan tempat kolam. Sebaiknya pilih tempat yang terkena sinar matahari dan juga di bawah naungan pohon atau genting. Agar kolam mendapatkan cahaya matahari langsung tetapi tidak terlalu panas.

Gali tanah. Penggalian tanah dilakukan dengan tujuan membantu terpal menopang air kolam. Tidak perlu terlalu dalam. Cukup 50 cm saja.

Buat kerangka kolam dari bambu. Selanjutnya, buat kerangka kolam terlebih dahulu menggunakan bambu yang sudah disiapkan. Kamu bisa membuat kolam berbentuk lingkaran, persegi, atau persegi panjang. Lebar kolam disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki. Letakkan di bagian tepi tanah yang sudah digali.

Pasang terpal mengikuti kerangka. Ini adalah tahap yang penting menurut mimin. Pemasangan terpal harus hati-hati agar tidak robek terkena bambu. Dan upayakan rapi mengikuti kerangka yang sudah dibuat. Agar tidak lepas, kamu bisa mengikat terpal di kerangka bambu.

Oh ya, Sob. Sebelum memasang terpal, pastikan terpal sudah dicuci bersih menggunakan sabun dan sudah dikeringkan, ya! untuk menghilangkan zat kimia yang menempel saat produksi terpal.

Selesai.

Kolam terpal siap digunakan untuk wadah budidaya ikan lele milik kamu. Jangan lupa untuk mengecek apakah kolam sobek, bocor, atau rusak sebelum menebar bibit.

Selain menggunakan teknik ini, sebenarnya ada juga budidaya lele dengan sistem bioflok. Bedanya, sistem bioflok memudahkan dalam pembuangan kotoran di kolam karena ada saluran pembuangan tersediri.

Penebaran Bibit Ikan Lele

Setelah semua infrastruktur sudah siap, saatnya menebar bibit ikan lele. Tapi sebelumnya, masukkan air ke dalam kolam setinggi 30 cm dan diamkan selama satu minggu untuk menciptakan PH air yang sesuai bagi pertumbuhan bibit lele.

Di tahap ini, masukkan juga pupuk kompos yang sudah dimasukkan ke dalam karung ke dalam air selama satu minggu juga. Untuk menciptakan biota air sebagai pakan alami bibit ikan lele. Jika semua sudah siap, tambahkan air setinggi 100 cm.

Ketika memasukkan bibit ikan lele, jangan langsung menuangnya ke dalam kolam, akan tetapi lakukan secara bertahap. Caranya, masukkan wadah yang berisi bibit ikan lalu rendam di dalam kolam. Biarkan bibit ikan berenang ke dalam kolam dengan sendirinya.

Cara ini terbilang aman untuk menghindari bibit ikan lele stress karena perbedaan lingkungan secara mendadak.

Untuk perawatan selama di kolam, pakan yang baik untuk lele, dan masa panennya, akan kita bahas lebih detail di artikel selanjutnya ya!

Panduan

Kamu dapat menebar bibit ikan lele sebanyak 100 bibit per satu meter. Kalau kamu membuat kolam terpal dengan luas 5 meter x 2 meter, artinya kamu dapat menebar 1000 ekor bibit lele!

Nah, itu dia cara budidaya ikan lele di terpal untuk pemula. Mudah nggak, Sob? Cuss, langsung eksekusi yah! Semoga artikel ini membantu!

Next, kita akan bahas lebih lanjut lagi poin-poin penting dalam budidaya ikan lele. Tentunya tetap di Kampus Budidaya! Budidaya apa aja jadi lebih mudah!

No comments:

Post a Comment

Yuk sharing di sini!