Thursday, July 9, 2020

3 Cara Mudah Budidaya Alpukat Aligator untuk Pemula


budidaya alpukat aligator

 
Budidaya Alpukat Aligator – Hai, Sob! Sudah siap menambah ilmu hari ini? Pastinya dong! Kali ini kita akan belajar bersama cara mudah budidaya alpukat aligator untuk pemula.

Alpukat aligator? Baru mendengarnya? Jangan heran, Sob! Alpukat memang banyak sekali jenisnya, seperti alpukat mentega, alpukat miki, dan yang ini alpukat aligator. Kira-kira kenapa ya dinamakan alpukat aligator? Yap, tepat sekali, karena alpukat ini mirip dengan aligator. Bagian ujungnya runcing dan bagian bawahnya bulat.

Kalau disamakan dengan buah lainnya, bentuk alpukat aligator ini mirip dengan pepaya loh! Orang-orang juga menyebutnya sebagai “giant avocado”, karena bobotnya yang besar, berbeda dengan jenis alpukat lainnya.

Bayangkan saja nih, Sob, satu buah alpukat aligator beratnya bisa mencapai 1 kg atau lebih. Wow! Puas banget pastinya ya kalau makan alpukat ini sendirian.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara membudidayakannya, kita bahas dulu ya apa saja keunggulan alpukat aligator ini. Cuss!

Keunggulan Alpukat Aligator

Alpukat aligator menjadi salah satu alpukat primadona petani buah. Karena alpukat ini memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh alpukat jenis lain.

Ukurannya Yang Jumbo

Satu buah alpukat aligator memiliki berat 1 hingga 1,8 kg. Tentu saja ukuran ini jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis alpukat lainnya, ya!

Daging Buah Yang Super Tebal

Biasanya, kalau buahnya besar bijinya juga besar. Tapi tidak untuk alpukat aligator ini, Sob! Justru di sini keunggulannya. Meskipun buahnya besar, tapi biji alpukatnya kecil. Jadi, bisa dipastikan daging buahnya lebih tebal juga.

Citarasa Yang Khas

Sekitar 65% - 70% daging buahnya bisa dikonsumsi. Selain itu, alpukat aligator memiliki rasa yang gurih dengan tanpa serat dan teksturnya yang lembut. Tidak hanya itu, alpukat ini tidak ada rasa pahit sedikit pun lho! Yakin, nggak pingin coba?

Mudah Beradaptasi

Keunggulan lainnya, alpukat aligator dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Intinya, mudah sekali beradaptasi dengan iklim Indonesia. Tapi, alpukat aligator dapat tumbuh secara maksimal pada ketinggian 200 hingga 1000 meter di atas permukaan air laut.

Mudah Berbuah

Jika pada jenis alpukat lain biasanya dapat panen saat usianya 6 hingga 7 tahun, alpukat aligator memiliki waktu panen yang lebih singkat, yaitu saat usianya 3 hingga 5 tahun. Lebih cepat berbuah, lebih cepat mendatangkan keuntungan kan?

Perawatan Yang Mudah

Buat kamu yang baru belajar budidaya, menanam alpukat aligator bisa jadi pilihan kamu. Sebab, dari segi perawatannya sangat mudah. Tanaman alpukat aligator hanya perlu disiram 2 kali sehari dan diberi pupuk NPK dengan takaran 100 gram yang sudah dilarutkan dengan air sebanyak 20 liter. Selain itu, kamu juga perlu memangkas ranting-ranting yang tumbuh agar tidak terlalu tinggi tapi tetap menghasilkan buah yang lebat.

Tahan Terhadap Hama Ulat

Ketakutan utama para petani buah adalah serangan hama. Eits, jangan takut. Karena hama ulat tidak akan menyerang tanaman alpukat aligator kamu. Karena, alpukat jenis ini memiliki enzim protease yang menghambat penguraian protein yang dibutuhkan oleh ulat.

Tingkat Produktifitas Tinggi

Dalam satu tahun, kamu bisa panen 2 kali lho! Satu pohon alpukat aligator dapat menghasilkan 70 hingga 100 kg buah. Sangat menjanjikan bukan?

Cara Mudah Budidaya Alpukat Aligator

Budidaya alpukat aligator terbilang mudah. Akan tetapi, selalu ada syarat-syarat agar pertumbuhan tanaman optimal dan menghasilkan buah yang melimpah. Sama halnya dengan membudidayakan alpukat aligator ini.

Pemilihan Bibit

Sebenarnya, alpukat aligator bisa diperbanyak dari bijinya. Akan tetapi, akan lebih baik kalau kamu menanamnya melalui cara sambung pucuk dan okulasi. Karena, menanam dari biji memiliki kelemahan tidak akan memiiki sifat yang sama seperti induknya.

Sedangkan kalau kamu menanam melalui batang, sebaiknya pilih batang yang tegak lurus dengan daun berwarna hijau dan rimbun. Selain  itu, pastikan tanamanmu bebas dari hama penyakit ya, Sob!

Penanaman Alpukat Aligator

Kamu juga bisa menanam alpukat aligator di pekarangan dengan membuat lubang tanah 50 cm x 50 cm x 50 cm. Kemudian, pisahkan tanah atas dan tanah bawah. Sebelum ditanami bibit, taburkan dolomit hingga meresap ke dalam tanah agar Ph tanah seimbang. Setelah itu tutup kembali dengan tanah bagian bawah.

Tancapkan bibit alpukat dalam posisi tegak. Lalu, tutup dengan tanah bagian atas yang sudah dicampur dengan pupuk kandang/humus/kompos. Padatkan agar tanaman tidak roboh. Setelah itu, siram tanaman sampai tanahnya basah.

Berbeda dengan menanam alpukat aligator di dalam pot, penyiraman tanaman alpukat di tanah hanya perlu satu kali sehari saja. Namun, hal ini tergantung dari kondisi cuaca. Kalau cuacanya kemarau sehingga tanah sangat kering, frekuensi penyiraman perlu ditambah. Sedangkan jika musim penghujan, penyiraman bisa dikurangi atau bahkan tidak sama sekali.

Pemupukan alpukat aligator harus dilakukan secara rutin 2 bulan sekali dengan NPK. 

Jika alpukat aligator ditanam di pot, kamu perlu memastikan pot yang digunakan adalah jenis pot yang kuat dan besar. Pot yang ideal memiliki diameter 60 – 80 cm. Media tanamnya menggunakan tanah kompos atau tanah humus dengan penyiraman dua kali sehari.

Pemangkasan rutin juga diperlukan, mengingat penanaman alpukat di dalam pot memiliki keterbatasan. Idealnya, tanaman dalam pot memiliki ketinggian 500 cm – 1 meter.

Masa Panen

Tanaman alpukat aligator baru bisa dinikmati hasilnya saat usianya 3 sampai 5 tahun. Khusus untuk alpukat yang di tanam di dalam pot, sebaiknya kamu melakukan pemilahan buah ya, Sob! Tujuannya adalah agar pot tidak kelebihan beban. Mengingat alpukat jenis ini memiliki bobot yang besar. Jadi, pilih beberapa buah yang berkualitas untuk dipertahankan sampai masa panen tiba.

Nah, itu dia Sob cara budidaya alpukat aligator untuk pemula. Mudah kan? Yang sudah praktik menanam alpukat aligator di rumah, bisa share pengalamannya di bawah ya!

No comments:

Post a Comment

Yuk sharing di sini!