Cara Mudah Budidaya Jamur Enoki di Indonesia Untuk Pemula

 

budidaya jamur enoki

Budidaya Jamur Enoki untuk Pemula – Siapa yang tidak mengenal jamur enoki. Jamur yang kini kian populer di kalangan masyarakat karena bentuknya yang berbeda dengan jamur pada umumnya dan kaya akan manfaat. Jamur enokitake adalah salah satu jamur yang dapat dikonsumsi, serta memiliki nama lain jamur tauge, jamur musim dingin, atau jamur jarum emas.

Kandungan kalori pada jamur enoki sangat rendah yaitu 36 kkal, sangat cocok untuk kamu yang menjalani program diet. Selain itu, enoki mengandung beberapa manfaat yang dibutuhkan oleh tubuh.


Karena jamur enoki kian diminati oleh masyarakat, tidak mengejutkan jika kian banyak yang menekuni budidaya jamur enoki.

Cara Budidaya Jamur Enoki di Rumah


Jamur enoki sendiri dapat dibudidayakan di rumah dengan lahan yang terbatas sekalipun. Karena sejatinya, jamur ini tidak membutuhkan lahan yang begitu luas karena bentuknya yang mini. Kelebihan lainnya adalah budidaya jamur enoki mudah dipraktikkan sekalipun kamu masih awam.

Teknik budidaya jamur enoki agar berhasil terletak pada syarat-syarat tumbuhnya. Jika sudah mengetahui syarat-syarat tumbuhnya, maka tingkat keberhasilan budidaya jamur enoki semakin tinggi.

Jamur enoki dapat tumbuh pada ruangan pada suhu 15 derajat dengan kelembaban media tanam 70%. Enoki tidak dapat tumbuh pada media tanam yang terlalu asam atau basa. Justru, ia dapat tumbuh pada media tanam yang normal. Dan juga sirkulasi udara dapat keluar masuk ke media tanam dengan leluasa.

Persiapan Budidaya Jamur Enoki

cara membudidayakan jamur enoki
Peralatan pendukung budidaya jamur enoki


Pembuatan Media Tanam Budidaya Jamur Enoki

Pertama, kamu harus merendam jerami terlebih dahulu selama 3 atau 4 hari dan memotongnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Sebenarnya, jerami yang ideal untuk media tanam adalah jerami yang sudah dikomposkan selama 5 atau 6 bulan sebelum digunakan. Akan tetapi, jika tidak memungkinkan bisa menggunakan cara direndam saja. Setelah jerami direndam, jerami harus dijemur sampai benar-benar kering.

Kedua, untuk membuat media tanamnya, campurkan 50 kg jerami kering, 50 kg serbuk gergaji, kapur dolomit 4 kg, bekatul 10 kg, dan urea 2 kg (bisa dipakai atau tidak). Komposisi ini diperuntukkan budidaya jamur enoki dalam skala besar. Jika kamu ingin mencoba budidaya ini dalam skala kecil, kamu dapat merubah takarannya tetapi tidak dengan perbandingan komposisinya.

Ketiga, campurkan semua bahan tersebut hingga merata. Perhatikan juga tingkat kelembabannya. Pastikan tingkat kelembaban media tanam sekitar 70%-80%. Kamu dapat menggunakan cara manual dengan mengepal adonan yang sudah jadi. Jika adonannya menggumpal, maka tingkat kelembabannya sudah cukup.

Selain tingkat kelembaban, tingkat pH juga perlu diperhatikan. Gunakan kertas pH untuk mengeceknya. Dan pastikan pH media tanam 6,5. Di sinilah fungsi kapur dolomit dan bekatul untuk menyeimbangkan pH media tanam. Kapur dolomit bisa kamu gunakan jika pH terlalu rendah. Sedangkan bekatu bisa kamu tambahkan jika pH terlalu tinggi.

Keempat, masukkan media tanam pada botol kaca dan lakukan sterilisasi menggunakan autoclav. Jika kamu tidak mempunyainya, kamu bisa menggunakan drum dengan cara memasukkan botol kaca tersebut ke dalamnya selama 6 jam. Biarkan sampai uap air keluar dari media tanam. Setelah dingin, kamu dapat memindahkannya ke ruang penanaman.

Selama di ruang penanaman, biarkan terebih dahulu selama 3 atau 4 hari untuk melihat apakah ada media tanam yang terkontaminasi. Jika ada, buang dan gunakan media tanam yang steril saja.

Penanaman Bibit Jamur Enoki

Penanaman bibit yang ideal dilakukan di ruangan yang steril. Maka dari itu, kamu memerlukan ruang penanaman yang steril, bersih, bebas kontaminasi, dan sirkulasi udara yang cukup.

Sebelum memasuki ruangan penanaman, cuci tangan dengan sabun dan bilas sampai bersih. Pakai baju yang bersih dan semprotkan alkohol 70% ke seluruh badan agar ruang penanaman tidak terkontaminasi.

Kemudian, bakar pinset pada lampu spirtus agar steril. Lalu, ambil bibit enoki menggunakan pinset tersebut. Letakkan pada media tanam dan sebar secara merata. Setelah itu, tutup media tanam dengan kapas. Lakukan pada seluruh media tanam.

Jika sudah, pindahkan ke ruang inkubasi dengan menatanya secara rapi di dalam rak yang tersusun. Kemudian tutup menggunakan terpal atau plastik gelap agar tidak ada cahaya yang masuk. Tujuan dari inkubasi ini adalah untuk menumbuhkan miselium jamur. Selama masa inkubasi, jangan siram jamur selama 3 hari.

Pemeliharaan Jamur Enoki

Setelah miselium jamur tumbuh, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan. Mulai dari penyiraman hingga pemindahan ke kumbung.

Saat miselium jamur sudah tumbuh, kamu dapat melakukan penyiraman sehari sekali. Akan tetapi, kamu hanya perlu menyiram bagian atap dan lantai ruangan saja sebagai upaya untuk menjaga kelembaban ruangan. Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari dan dapat ditingkatkan frekuensinya jika cuaca sangat terik.

jamur enoki
Foto: leaf.tv

 

Setelah miselium memenuhi media tanam sekitar ¾ bagian, saatnya kamu memindahkannya ke kumbung. Di saat inilah kamu perlu membuka kapas yang menutupi media tanam dan lakukan penyiraman rutin agar kelembaban ruangan stabil di angkat 80-85% dengan suhu ideal 20-30 derajat celcius.

Masa Panen Jamur Enoki

Saat yang ditunggu-tunggu telah tiba. Kamu dapat memanen jamur enoki yang telah kamu rawat selama ini. Enoki dapat dipanen saat ukurannya mencapai maksimal atau 14 hari sejak penanaman. Cara memanennya cukup mudah. Cukup cabut pada bagian batangnya, lalu masukkan ke dalam plastik untuk dipacking. Jamur enoki pun siap didistribusikan.

Setelah kamu mengetahui cara budidaya jamur enoki di Indonesia untuk pemula, apakah kamu tertarik untuk mencobanya? Sudah mencobanya? Yuk, share pengalamanmu di sini!


No comments:

Post a Comment

Yuk sharing di sini!